Kirim Ucapan Lebaran via Situs Jejaring Sosial dan Pesan Singkat


by Danis Ötnayigus on Friday, September 10, 2010 at 7:29am

Momen lebaran digunakan banyak orang untuk saling mengucapkan kata selamat dan saling memaafkan. Zaman dulu tentu berbeda dengan sekarang cara mereka menyampaikannya, apalagi sekarang sudah dimudahkan dengan komunikasi via SMS ataupun berbagai situs jejaring sosial di internet. Namun pikiran dan perasaan yang disampaikan terlihat ada benang merahnya dengan profesi/pekerjaan/kegemaran dari pengirim pesan. Meski sangat sulit membedakan hasil karyanya itu didapat dari forward-an orang lain atau murni dari hasil olah rasa dan pikirannya.

Seniman karawitan/gamelan tentu akan mempunyai berbagai kreasi dalam menyampaikan permohonan maaf pada waktu lebaran. Biasanya mereka merangkai kata dalam bingkaian sastra dalam bait tembang seperti misal.

”SEKAR MACAPAT SINOM : SINERAT TEMBANG PUNIKA, SINARTAN DONGA SESANTI, ING WULAN RIYADI NYATA, ENDAH PENI ATI SUCI, KONJUK MRING HYANG WIDHI, TAN KANTUN DONGA PANYUWUN, LEBUR KABEHING DOSA, MINAL’AIDZIN WAL FAIDZIN, SDAYA LEPAT NYUWUN GUNGING PANGAKSAMA”. (Sujarwo Joko Prehatin)

Artinya: Tembang Macapat Sinom: tertulis tembang ini, diriingi doa puji, di bulan lebaran ini, indah hati yang suci, teruntuk Tuhan, tak ketinggalan doa permohonan, lebur semua dosa. Mohon maaf semua kesalahan secara lahir dan bathin.

”Pupuh Asmaradana: Linali tan bisa lali, cupeting rasa lan jangka, Kathahing dosa kang ala, kraos awrat manah kula, tan matur jengandika, ing dinten riyadi hayu, nyuwin gunging pangaksama”(Bathari Ayu)

Artinya: Bait Asmaradana: dilupakan tak pernah bisa, terbatasnya rasa lan rencana, banyaknya dosa yang jelek, terasa berat rasaku, mengungkapkan pada anda, di hari raya, mohon maaf sebesar-besarnya.

”Pangkur: Dinten riyadi punika, ngaturaken wilujeng idul fitri, nglenggana dosa tuwin luput, kang jinarag tan njarag, anggen kita sarawung setunggal tahun, kula nyuwun pangapura, ing lahir tumusing batin” (Suraji)

Artinya: Di hari raya ini, menyampaikan selamat idul fitri, merasa dosa dan kesalahan, yang disengaja maupun tidak, dalam kita bergaul selama setahun, saya mohon maaf, lahir dan batin.

Dalang wayang kulit, MC, atau seniman yang memahami filosofi kehidupan tentu juga punya cara penyampaian yang unik, seperti misal.

“Yaksa wana, nyegat ing tengahing marga. KILap kula, anyenyaDHANG pangaksama, Sugeng riyadi, sdaya lepat linebura ing dinten suci mnika”.(Tri Wahyoe Widodo)

Artinya: Raksasa hutan, menghadang di tengah jalan. Khilaf saya, memohon maaf, Selamat hari raya, semua kesalahan dilebur di hari suci ini.

”Tan wonten kang patut linairake saking sajroning nala kajawi warna klaras ing reh sungging, apuranta lepat kawula. Ksatrian dyan Kumbakarna mugi lebur ing Riyadi menika. Srana panulaking ranu’ mugi kita tansah pinayungan kawilujengan tuwin kabagyan, amin ya rabbal ’alamin” (Bagus)

Artinya: Tak ada yang pantas diutarakan dari dalam hati kecuali warna klaras di lukisan, maafkanlah kesalahanku. Tempat Ksatria Kumbakarna, semoga lebur di hari raya ini. Cara penolakan bahaya semoga kita selalu diberikan keselamatan dan kebahagiaan, semoga Tuhan mengabulkan.

”Gumiliring mangsakala yekti, purbaning Hyang Kang Maha Kawasa, sampun purna Ramadhane, Idul fitri tumiyung, gya angrucat dosane sami, apura ingapura, lair trusing kalbu, yaiku ingkang sinedya, manunggaling rasa sadaya pra dasih, asih marang sasama, Sugeng Riyadi 1 Syawal 1430 H, Nyuwun gunging pangaksami” (Suyoto)

Artinya: Seiring sang waktu berjalan, ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sudah usai bulan Ramadhan, Idul fitri telah tiba, segera membersihkan dosa manusia,saling maaf memaafkan,dari lahir sampai dalam batin, yaitu yang dikehendaki, bersatunya rasa semua manusia, kasih kepada sesama,

Sastrawan dari berbagai tingkatan dan jenis karyanya juga punya kiriman unik:

”Saat jarak itu ada dan kita melupa diri.Pasrah menjadipuncak ziarah manusia. Di mana kita berkaca lagi dan lagi…”(Daniel).

”Mohon maaf lahir dan batin untuk mas danis sekeluarga. sukses di langit n di bumi” (Agung PW)

Untuk yang menyenangi pantun sebagai media ungkap sering digunakan untuk mengirim ucapan, seperti:

”Klelegen kupat kala riyaya, kula lepat nyuwun sepura” (Murtidjono)

Artinya: Tertelan ketupat di hari raya, saya salah mohon dimaafkan.

”Dahar kupat kaliyan santen, wonten lepat nyuwun pangapunten”(Daru Swastika)

Artinya: Makan ketupat dengan santan, ada salah mohon dimaafkan.

”Seleh papat ora ana neng manyura, menawi lepat kula nyuwun pangapura” (Sasadara Sasangka)

Artinya: Seleh (arah nada, dan letak ketukan) nada empat tidak terdapat di (pathet) manyura, apabila salah saya mohon dimaafkan.

Kebetulan pengirim SMS ini adalah juga seorang pengrawit (musisi gamelan Jawa), sehingga kosa katanya menggunakan terminologi ilmu karawitan sesuai bidangnya..

Penari wanita yang menyukai kelembutan juga bisa menulis SMS sebagai berikut:

”Sepuluh jari tersusun rapi. Bunga melati pengharum hati…memohon maaf setulus hati” (Rambat Yulianingsih)

Oleh karena pertemanan yang kental, seorang artis terkenal kadang-kadang merendah, sehingga muncul kiriman seperti misal:

”Kanthi andhaping manah, kula sak brayat nyuwun gunging samudra pangaksami, mugi sedaya kalepatan lebur ing dinten kang suci lan nyuwun tambahing pangestu” (Endah Laras)

Artinya: Dengan rendah hati, saya beserta keluarga mohon maaf sebesar-besarnya, semoga semua kesalahan terhapus di hari yang suci dan mohon doa restu

Fotografer juga seorang pecinta filosofi bisa muncul kiriman seperti ini:

”Untuk menjadi yang menyayangi, u/mjd yang mengasihi, um/jd yang memaafkan, u/bs melihat ke dalam hati kita sendiri…mohon maaf lahir batin” (Sukhmana)

Orang tua yang bijak sering menasihati yang lebih muda akan pentingnya masa depan di momen lebaran.

”Menghaturkan Selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1430 H Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin. Semoga hari esuk lebih baik dari sekarang. Amin ya Robbal Alamin” (Darsono)

Pemusik yang mendalami teater tentu akan mengerti sastra dan filosifi hidup, meski kiriman singkatnya tak serta merta musikal, sebagai contoh:

”Seperti tanah diberi sebutir dibalas setangkai Diberi sebatamng dibalas serumpun Diberi KOTORAN dibalas KESUBURAN. MINAL AIZIN WAL FAIZIN, MAAF LAHIR BATIN (Max).

Sebagai orang biasa namun peka terhadap filosofi kehidupan pasti bisa mengirimkan kata-kata indah, seperti:

”Yg Singkat itu ’WAKTU’ yg Dekat itu ’MATI’ yg Besar itu’NAFSU’ yg Berat itu ’AMANAH’ yg Sulit itu ’IKHLAS’ yg Mudah itu’DOSA’ Yg abadi itu ’AMAL KEBAJIKAN’ namun yang terindah adalah jika mau dan bisa ’SALING MEMAAFKAN’. MINAL AIZIN WAL FAIZIN, MAAF LAHIR BATIN MINAL AIZIN WAL FAIZIN, MAAF LAHIR BATIN (Yanuar)

“Beningkan hati dengan dzikir, cerahkan jiwa dengan cinta, lalui hari dengan senyum, sucikan hati dengan permohonan maaf…Selamat hari raya idul fitri 1430 H” (Hengky)

Pejabat Negara yang rendah hati dan perasa juga sering memohon maaf kepada orang lain dengan kata-kata seperti:

”Terselip khilaf dalam canda, terbersit pilu dalam tingkah laku, tersinggung rasa dalam bicara. Mohon maaf lahir dan batin dalam kesempatan idul fitri 1430 H” (Gunadi)

Bahkan seseorang yang bercita-cita jadi pilot selalu terobsesi menyampaikan ucapannya dengan bahasa penerbangan yang kocak:

”Slmt datang di penerbangan ”RAMADHAN AIR” dengan no. 1430 H, tujuan IDUL FITRI, 1 hari lagi kt sampai tujuan, harap pakai sabuk pengaman anda dengan puasa, tarawih, dan zakat fitrah, tegakan kursi imanmu, jika cuaca buruk perbanyak zikir & tadarus dan apabila mendarat di bandara Idul Fitri jangan lupa ucapkan syukur kepada Allah SWT, selamat hari raya idul fitri 1430 H Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir batin”( NN: 06281567760603)

Semua pesan singkat (SMS) tersebut diutarakan dengan gaya bermacam-macam: ada yang formal tanpa basa-basi, ada pula yang bergaya canda karena biasanya antara mereka sudah saling mengenal perwatakan masing-masing. Seringpula menggunakan kata dan kalimat yang kias seperti puisi, karena kecocokan dengan momen hari raya idul fitri yang melibatkan emosi, , perasaan, rasio, pengorbanan, perjuangan, kemenangan, kesucian, ibadah, cita-cita, serta harapan.

Solo, 20 September 2009

Danis Sugiyanto

Penggemar salah satu jejaring sosial

Pengajar Etnomusikologi dan Karawitan ISI Surakarta

danissugiyanto@hotmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: